. TKA TPA AL BANNA [ انسان مسلم ]: Suara Pembaca
Have an account?
Tampilkan postingan dengan label Suara Pembaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Pembaca. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

Suara Pembaca

Suara Pembaca

readmore »»  

Metro TV Memfitnah Ulama Besar Yaman dan Univ. Al-Iman Yaman



Berita-berita dusta kembali dipentaskan dipanggung sandiwara MetroTV, yang kali ini Universitas Al-Iman jadi kambing Hitamnya, tidak hanya itu ulama besar Yaman Syaikh Abdul Majid Az-zindany pun difitnah habis-habisan. Terlebih dahulu Silahkan lihat Video ke Dua dari Journalist On Duty- Surga Senjata Mujahiddin-Metro TV di tautan ini:

http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2012/03/12/11849/535/Surga-Senjata-Mujahiddin

Dari Video ini, ada beberapa Spekulasi Jurnalis yang boleh dikatakan `Ngawur` dan sangat tidak Aktual. Berikut penulis akan mengklasifikasikan beberapa hal yang penting untuk diketahui:

Syekh Abdul Majeed Azzendany dan Al-Iman University

Disamping berkecimpung di Dunia kedokteran, beliau sangat tertarik mengkaji, meneliti, serta mengkaitkan Ilmu kedokteran, teknologi, sains dengan Al-Quran dan AsSunnah, atau lebih akrabnya dengan sebutan `Ijazul Ilmi (Scientific Singns of Qur`an & Sunnah) hingga dari penelitian tersebut membuahkan Penemuan-penemuan, Karya-karyayang spektakuler yang dapat mengislamkan beberapaIlmuan besar. Dan tidak hanya itu, Beliau adalah manusia pertaman yang dapat menyembuhkan Total Pengidap Penyakit Aids. Sebuah penemuan Fenomenal di abad ini yang sudah lebih 15 pasien yang disembuhkan oleh Beliau lewat pertolongan Allah Swt di 2008 kemarin. (Untuk lebih akuratnya silahkan baca Disini atau Kaskus dan Youtube) ditengah kegemilangannya, beliau juga adalah Penggagas Commission on Scientific Sings of Quran & Sunnah lembaga yang mengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Quran dan As-sunnah yang didirikan pada tahun 1987 di bawah surverisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah, karena ingin menyambung stafet Dakwa di Negeri kelahirannya, posisi itu di pindah amanahkan ke Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih seorang ulama Saudi Arabia hingga setelah itu Beliau masih diberi umur panjang untuk menjabat sebagai ketua badan persatuan ulama Yaman, serta termasuk anggota Majlis Syoro di partai Islam terbesar (partai Islah-Red) di bumi Kaum Saba itu.

Selain bergelut di dunia politik beliau berinisiatif bembuka lembaga islam yang dengan izin Allah Swt Diresmikan dengan peletakan batu pertama pada tahun 1993 bersama mantan president Ali Abdullah Sholeh berupa Insitusi Perguruan tinggi yang diberi nama Universitas Al-Imanterletak di jantung Ibu Kota Yaman (Sana`a-Red).

Perguruan tinggi ini juga tergabung dalam persatuaan Universitas Liga arab dan terakreditasi dikementrian pendidikan tinggi Yaman dengan Akreditasi No 28 tahun 1993, tertanggal 14 Syakban 1414 H yang bertepatan dengan tanggal 17 Desember 1993 M.

Isu Terorisme dan saepudin Zuhri (SZ)

Paska tragedi Konspirasi 11 September, marak Isu terorisme berserekan di berbagai media Masa, para jurnalis dari berbagai Siaran TV berbondong-bondong meliput berita terkait dengan isu tersebut yang terus dipopulerkan hingga sekarang. Propaganda ini kerap dimanfaatkan oleh Oknom-oknum yang tidak senang dengan Islam sebagai sarana Memfitnah termasuk salah satunya tuduhan Syekh Abdul Majid Az-Zindany yang telibat jaringan Al-Qoidah serta Universitas Al-Iman yang memiliki bayak cabang di seantro Yaman dengan ribuan mahasiswannya. Karena difitnah sebagai rektor Universitas beliau segera menuntut atas pencemaran nama baiknya hingga mantan president Yaman Ali abdulllah Sholeh turun membantu dalam permasalahan ini. Silahkan lihat Videonya.

Tidak berhenti sampai disini, sebab adanya Intrik dibalik layar yang lewat kasus saepudin Zuhari (SZ) beliau beserta Insitusinya difitnah sekali lagi, dan sangat disayangkan media yang kali ini mencemarkan nama baik beliau adalah Metro TV lewat jurnalisnya yang heroik menghidangkan Berita Basi kepada Khalayak Indonesia.

Perlu diketahui bahwa SZ adalah mahasiswa yang hanya sempat belajar beberapa bulan alias tidak lulus tahun pertama di Univ. Al-Iman, kemudian pindah dan menyelesaikan program S1nya di Universitas Yemenia. Sangat aneh Jika hanya berdalihkan demikian menuduh Univ. Al-Iman sebagai markas Al-Qoidah, apakah Cuma SZ saja yang pernah belajar disana? Bagaiman dengan mahasiswa dan alumni lainnya? kenapa tidak mengamati lebih lanjut apa-apa yang terdapat dan diajarkan dalam Universitas tersebut?, seakan ada yang membisik dan membodohinya hingga seorang jurnalis tidak tahu siapa pelaku penyerangan Univ. Al-Iman kemarin. Jika memang Metro TV salah satu saluran berita yang aktual, setidaknya Metro TV perlu sedikit belajar tentang bahaya menfitnah seseorang, apalagi yang difitnahnya itu adalah tokoh besar Islam, Ulama, politikus sekaligus Ilmuan.

Lucunya Metro TV, bagaimana bisa Univ. Al Iman di tuduh sebagai markas Al-Qaida?
Padahal kampus Univ. Ali Iman adalah salah satu kampus swasta yang terakreditasi di Kementerian Pendidikan Tinggi Yaman dengan Akreditasi No 28 tahun 1993, tertanggal 14 Syakban 1414 H yang bertepatan dengan tanggal 17 Desember 1993 M. berlokasi di jantung ibu kota Sana’a yang bersebelahan dengan markas militer Yaman. Selain itu memiliki lebih dari enam ribu mahasiswa dan memilki kampus cabang hampir di setiap provinsi di Yaman,

Jika ada tuduhan bahwa Univ. Al Iman adalah sarang Al-Qaidah, seharusnya lebih dari enam ribu mahasiswa Yaman sudah tidak dilegalkan.

Kami khawatir dengan pemberitaan yang seperti ini bisa berdampak negatif kepada hubungan kedua Negara (Indonesia-Yaman).

Entah apa yang di inginkan Metro TV dari pemberitaan yang bias seperti ini?

Mereka melakukan liputan di kampus tersebut tanpa izin dan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak akademinya. Apakah mereka hanya bertujuan menaikkan rating dan mengejarkan keuntungan semata?

Atau mereka mempunyai hiden agenda lain? Atau sengaja ingin membenturkan sesama kelompok Ahli Sunnah seperti dengan menyebutkan bahwa mahasiswa Al Iman tidak disukai oleh kalangan Sunni Sufy? Atau pengalihan isu Syiah yang sedang populer sekarang ini?

Oleh karena itu kami menuntut pihak Metro TV agar meminta maaf dan memulihkan nama baik universitas.

Sana’a 18 Maret 2012
Dewan Pengurus Wilayah Sana’a Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (DPW PPI San’a)
readmore »»  

Pernyataan Dukungan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Terhadap Fatwa MUI JATIM Tentang Ajaran Syiah



Siaran Pers MAJELIS INTELEKTUAL DAN ULAMA MUDA INDONESIA (MIUMI)

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya bagi Allah ‘Azza wa Jalla, dan Shalawat Salam senantiasa tercurah kepada Baginda Kita Nabi Muhammad SAW beserta para keluarganya yang mulia dan para sahabatnya yang memperjuangkan tegaknya Al-Islam sepenuh jiwa, raga dan harta, sepanjang zaman hinggayawmil akhir.

Dengan memperhatikan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia, dan dakwah Islam khususnya, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) terus memantau secara ilmiah dan syar’iyah penanganan Kasus Syiah di Sampang-Madura yang meresahkan warga masyarakat dan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

MIUMI memandang bahwa selama ini Pemerintah Republik Indonesia dan elit politik di negeri ini sering memanfaatkan dukungan suara umat Islam yang mayoritas dalam setiap kebijakan pembangunan Indonesia, namun Pemerintah RI dan elit politik lalai dan tak peduli untuk melindungi akidahAhlus Sunnah wal Jama’ah yang dianut oleh mayoritas umat Islam. Akidah bagi umat adalah persoalan hak asasi yang paling fundamental.

Bahkan akidah Aswaja itu telah menyatu tertanam kuat menjadi bagian terpenting kultur Islam di Indonesia. Umat yang terusik akidahnya bisa melakukan apa pun untuk membela dan mempertahankan akidah yang dianutnya.

Pasca peristiwa pembakaran rumah pendakwah Syiah Tajul Muluk dan beberapa fasilitas lainnya yang terjadi pada 29 Desember 2011, pada tanggal 1 Januari 2012 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Sampang telah mengeluarkan Fatwa No. 035/MUI/Spg/I/2012 tentang Ajaran yang Disebarluaskan Sdr. Tajul Muluk di Kec. Omben Kab. Sampang, kemudian tanggal 21 Januari 2012 MUI Propinsi Jawa Timur menindaklanjuti dan memperkuatnya dengan Keputusan Fatwa MUI Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah.

Alhamdulillah, Fatwa dari kedua institusi ulama yang dihormati oleh masyarakat Madura dan Jawa Timur itu mampu meredam aksi massa paska Kasus Syi’ah di Sampang yang sempat menjadi isu nasional menjelang pergantian tahun lalu. Oleh karena itu, MIUMI mengungkapkan terimakasih kepada para Ulama Madura dan Jawa Timur yang cepat tanggap menyikapi Ajaran Syi’ah di Sampang sebagai bentuk tanggung jawab keulamaan dalam membimbing umat.

Perlu diketahui, bahwa dari kasus Syi’ah Sampang ini, kita dapat memetik pelajaran penting bahwa masyarakat warga Sunni Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sangat toleran pun merasa sangat terusik dengan ajaran-ajaran Syi’ah yang dikembangkan Tajul Muluk yang bersumber dari doktrin-doktrin utama Syi’ah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah.

Sejalan dengan fungsi dan tugas MIUMI yang bertujuan membangun dan memperkuat otoritas fatwa ulama dan lembaga keulamaan di tanah air, maka MIUMI menyatakan hal-hal sebagai berikut:
Mendukung dua (2) Fatwa tentang Ajaran Syi’ah, baik yang dikeluarkan oleh MUI Kab. Sampang maupun MUI Propinsi Jawa Timur sebagai pedoman bagi umat Islam Indonesia untuk mengetahui penyimpangan ajaran Syi’ah.
Menghimbau kepada Pemerintah dan masyarakat luas untuk mematuhi fatwa tersebut dalam upaya untuk melindungi dan mempertahankan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Meminta kepada para penganut ajaran Syi’ah (Imamiyah Itsna ‘Asyariyah/ Ja’fariyah) untuk Ruju’ ila al-Haqq dan meninggalkan ajaran-ajaran Syi’ah yang menyimpang dan menyesatkan.
Meminta kepada ormas-ormas Islam dan para alim ulama seluruh Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan persaudaraan dalam upaya melawan politik adu domba dan perpecahan opini terkait ajaran Syi’ah di Indonesia.
Menolak klaim dan tuduhan sesat bahwa umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah penyebab disintegrasi bangsa dalam soal Sunni-Syi’ah. Sebaliknya, kaum Syi’ah di Indonesia lah penyebabnya, karena telah menyerang dan menistakan pokok-pokok keyakinan Ahlus Sunnah terkait status Al-Qur’an, kehormatan para Sahabat dan Isteri Rasulullah SAW, kema’shuman imam, dan juga sebagian aspek syari’ah Islam.

Ditetapkan di Jakarta, 19 Maret 2012.

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (Ketua)

Bachtiar Nasir, Lc. MM. (Sekretaris Jenderal)

Tembusan kepada Yth:
  1. Menteri Agama RI
  2. MUI Pusat
  3. MUI Propinsi Jawa Timur
  4. PW NU Jawa Timur
  5. PW Muhammadiyah Jawa Timur
readmore »»  

Gerakan Fajar Nusantara Aliran Sesat



Assalamu'alaikum Wr. Wb

Kepada Yth.
Pimpinan Redaksi Eramuslim

Akhir-akhir ini saya memperhatikan ada kegiatan-kegiatan dengan berdalih Melayani Umat maupun aksi sosial khususnya di Jakarta yang dilakukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Tetapi banyak tidak tahu siapa itu GAFATAR.
Gafatar dulunya namanya Komar (Komunitas Millah Abraham) dan sebelum namanya Komar mereka mempunyai Al-Qiyadah Islamiyah (Ajaran sesat dengan Nabi Palsunya Ahmad Musadek - sekarang ada di LP Cipinang).

Aliran Komar sudah menyebar dari Aceh sampai Ambon, banyak anggota Komar ditangkap polisi karena menyebarkan aliran sesatnya.

Khusus di DKI, Ormas Gafatar selalu mengadakan acara Donor Darah di kantor PMI, dan juga melakukan aksi sosial lainnya, itu merupakan cara mereka untuk menutupi kesesatannya.

Untuk pengurusnya adalah Ketua Umum DPP Gafatar yaitu Mahful Muis dengan nama baiatnya Imam Hawary adalah mantan Ketua AlQiyadah Islamiyah wilayah Sulawesi Selatan (Makasar) yang sempat ditangkap dan dibawa ke sidang pengadilan (coba ketik Mahful Muis di google)
Wakil Ketua Umum yaitu Wahyu Sandjaya dengan nama baiatnya A Ghazali Muhtadi.
Untuk Pengurus Wilayah DKI Jakarta yaitu Lucky Akri Wibowo

Untuk memastikan coba klik di youtube.com dan ketik Al Qiyadah Al Islamiyah atau Ahmad Musadek, disitu akan terlihat Wahyu Sanjaya duduk berdampingan dengan Ahmad Musadek dalam acara Baiat aliran mereka dan juga ada Berny Satria (Sekjen Gafatar) di video lainnya.
Ciri-ciri ajaran mereka : tidak wajib sholat 5 waktu, tidak wajib puasa ramadhan, syahadat mereka berbeda, yang bukan kelompok mereka dianggap kafir.

Saya menilai GAFATAR akan menyesatkan Umat Islam

Ttd Ahmad Saidi
readmore »»