. TKA TPA AL BANNA [ انسان مسلم ]: 03/12/12
Have an account?

Senin, 12 Maret 2012

One Day One Juz?







Oleh Anindya Sugiyarto


Bismillah..dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanyalah milik Allah ta’ala, yang telah menurunkan Al Qur an kepada hambaNya kitab Al Qur an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Shalawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah SAW, Keluarga, Sahabat, dan orang-orang yang tetap teguh dalam ajaran Islam yang senantiasa berittiba’ dan mengikuti sunnah-sunnah beliau SAW, sampai akhir zaman.


Dalam suatu halaqoh ilmu yang anggotanya rata-rata ibu ruamh tangga dengan segala kesibukannya, dilontarkanlah sebuah pertanyaan. “Berapa target harian tilawah(membaca) Al Qur an?”. Jawabannya memang beragam, ada yang sanggup sehari 3 halaman, ada yang sanggup sehari 5 halaman, ada yang satu juz(10 halaman) bahkan lebih dari itu. Namun sangat di sayangkan ternyata rata-rata belum tercapai 1 juz dalam sehari.


Mengapa harus satu juz sehari? Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan “waduh boro-boro se-juz? Menyentuh Al Qur an saja belum tentu…he-he-he.” Ternyata dikalangan orang-orang yang terbiasa dengan halaqoh ilmu saja masih terasa berat dengan istilah “rutin tilawah Al Quran satu hari satu juz”. Lantas bagaimana dengan mereka yang masih sangat awwam dengan keislamannya?


Ketika kita masih merasa berat menyentuh dan membaca Al Quran ini dikarenakan masalah utama yang harus dicarikan solusi oleh kita semua kaum muslimin. Sebab-sebab itu diantaranya : 
Perasaan menganggap sepele tentang keutamaan membaca Al Qur an 
Lemah wawasan ber Al Qur an 
Tidak memiliki waktu yang wajib/target khusus untuk berinteraksi dengan Al Quran 
Lemahnya keinginan untuk bertilawah 
Terbawa lingkungan yang jauh dari Al Qur an 
Tidak tertarik dengan majelis yang menghidupkan Al Quran. 


Untuk menanggulangi sederetan masalah diperlukan solusi dan kiat-kiat khusus di antaranya : 
Lancarkan bacaan yaitu dengan belajar secara talaqqi, dan sering tilawah, meski masih terbata-bata (muroja’ah = membaca berulang hingga benar) karena dalam hadits dikatakan “Orang yang mahir dengan Al Qur an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, dan orang yang terbata-bata serta merasa kesulitan, maka ia mendapatkan dua pahala(pahala membaca dan pahala semangat membaca)”(HR Muslim). 
Tingkatkan wawasan ber Al Qur an, dengan sering-sering menghadiri majelis-majelis ilmu yang menghidupkan Al Qur an. 
Jadikan waktu khusus (target harian) untuk tiawah, anggap hutang jika tidak memenuhi target dan bayarlah(qodo’), pada hari berikutnya. 
Berdoalah pada Allah agar dimudahkan dan diringankan untuk mempunyai waktu khusus membaca, merenungi bahkan menghafal Al Qur an 
Perbanyak amal sholeh karena amal sholeh merupakan energy baru untuk amal sholeh berikutnya. 
Banyak-banyak bergaul dengan orang-orang sholeh yang menghidupkan dan dekat dengan Al Quran. 


Kembali kepada megapa harus satu juz dalam sehari? Secara sederhana dikatakan begini Al Qur an itu berapa juz? 30 juz…lantas satu bulan ada berapa hari? Kita ambil rata2nya, 30 hari. Mengapa kita harus satu bulan harus meghatamkan membaca qur an satu kali?


Dalam hadits dikatakan: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata,“Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.”Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan,“Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus melarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)


Menurut hadits di atas, kita dilarang mengkhatamkan Al Quran lebih dari 30 hari. Karena bila kita membaca Al Quran kurang dari 1 juz per harinya, kita akan kehilangan ruh dan akan menjauh dari Allah. Selain itu, kita juga dilarang untuk mengkhatamkan Al Quran kurang dari 3 hari. Hal itu telah dijawab oleh hadits berikut:


Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan dapat memahami/menghayati Al-Qur’an, orang yang membacanya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud)


Lantas bagaimana untuk bisa mencapai satu juz dalam sehari? Seperti tips diatas yang pertama-tama dilakukan adalah dengan melancarkan bacaan sesuai ilmu tajwid yang benar. Karena apa ketika ketika kita membaca Al Qur an sesuai tajwid maka akan merasa nyaman dan menikmati. Berbeda ketika kita masih kesulitan dalam membacanya, maka rasa malaslah yang menghampiri. Tajwid artinya membaguskan. Membaguskan disini bukan berarti melagukan tapi lebih kepada mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya. Hak huruf itu sendiri adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti Al Jahr, Isti’la, Istifal dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat Nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa dsb.


Jadi ketika kita membaca sesuai tajwid maka terasa nyaman di dengar meskipun tanpa lagu, InsyaAllah.


Selanjutnya setelah lancar dan benar membacanya, hal yang harus kita lakukan membuat target harian. Satu juz sama dengan 10 lembar. Agar terasa ringan bagilah menjadi 5. Bukankah sehari kita melakukan sholat wajib 5 kali? 10:5 = 2. Jadi setelah sholat atau sambil menunggu waktu sholat usahakan membaca 2 lembar. Jika sudah lancar membaca Al Qur an dengan tartil kurang lebih hanya 10 menit. Tartil adalah tingkatan membaca Al Qur an yang tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, bacaan tartil inilah yang disukai Allah. Firman Allah dalam QS 73:4 “Dan bacalah Al Qur an dengan tartil”.


Lantas bagaimana jika ternyata kita terlupa atau tidak sempat dalam sekali waktu sholat? Maka sebaiknya mengiqob(menghukum) diri dengan mengurangi waktu tidur kita untuk mengejar tilawah tersebut. Bisa juga ketika kita sholat malam kita pegang mushaf dan membaca Al Qur an untuk rangkapan dalam setiap rakaatnya.


Nah adalagi jika beralasan bukankah setiap perempuan itu punya halangan tiap bulannya? Berarti jumlah hari berhalangan tidak bisa membaca dan menyentuh mushaf dimasukkan hutang, dikalikan jumlah juz kemudian ditambahkan pada hari-hari biasa ketika suci. Misal jumlah masa haid 7 hari, sisa hari suci 21. 7x10 = 70 lembar dibagi 21 hasilnya 3,33 lembar. Jadi sehari ditambah 3,3 lembar atau 13,3 lembar dibagi 5 menjadi 2,6 lembar per waktu sholat. Jika masih kesulitan rekayasa penghitungan bisa dibuat sesuai kebutuhan.


Setelah usaha diatas dicapai yang takkalah penting adalah berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam tilawatil Qur an…”Ya Allah, rahmatillah kami dengan Al Qur an itu bagi kami sebagai pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkan kami dari Al Qur an apa yang telah kami lupa. Ajari kami Al Quran apa yang belum kami ketahui. Berilah kami kemampuan membacanya sepanjang malam dan siang, dan jadikanlah Al Qur an itu penyeamat kami dan jangan Engkau jadikan boomerang bagi kami (menyeret kami ke neraka). Dengan menyebut Rahmat-Mu Ya Allah. Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”


*semoga ini bagian dalam mengamalkan QS Al ‘Ashr(1-3)

“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”


Barangsiapa yang mendapat petunjuk dari Allah maka tidak ada seorangpun yang dapat bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang bisa memberinya petunjuk.


Wallahu a’lam bishawwab.


Maraji’ : 1. Kajian “Menjadi Sahabat Al Qur an” oleh Ust.Dr Amir Faishol

2. Pedoman Dauroh Al Qur an oleh Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf, Al Hafizh, Lc

3. Notes “Bacaan Terbaik Yang Sering Terlupakan” oleh Anindya Sugiyarto

4. Risalah Ramadhan oleh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah

5. izzatijannah.wordpress.com/category/goresan-motivasi/
readmore »»  

Bermata Tapi Tak Bertelinga







Oleh Muhammad Scilta Riska


Suatu ketika pemuda tegar energik sebutlah namanya Umair, di tepi Pulau Bunaken hendak merasai indahnya panaroma bawah laut dengan segala persiapannya. Pulau yang tercantik kerajaan lautnya. Di badannya sudah terbungkus baju penyelam, ditambah nafas oksigen serta kacamata. Tepat melekat dikepalanya. Umair dengan segala persiapan menyelamnya, sudah siap-siap terjun ke dasar laut untuk beberapa jam.


Dengan ucapan, “Bismillah” hushh!!!, melompatlah ia mengarungi samudra pulau ini, tidak hanya menyelam, berenang dengan berbagai gaya bebasnya. Disaat yang sama muncul seorang tak dikenal juga menyelam. Tapi alangkah kagetnya dimeter sepuluh. Juga melakukan hal yang sama, berenang dan meyelam. Meskipun dari dari kejauhan terlihat jelas kedua jarinya melambaikan isyarat yang sulit dimengerti.


Ia takjub orang ini bisa menyelam sampai ke dasar laut tanpa menggunakan apa-apa kecuali sepotong baju dan celana di badannya!!!. Yah betul–betul aneh menyelam tak memakai tabung oksigen, juga baju renang. Dengan apa ia bernafas di kedalaman ini??? Dimeter 20 lagi-lagi, Umair bertemu orang asing tadi. Tetap saja berenang tanpa tabung oksigen. Hanya gerakan tangannya lebih cepat bergerak mengisyaratkan sesuatu yang tak bisa didengar.


Barulah di kedalaman 30 meter Umair mencoba mencari tahu, mendekat, kenapa orang tadi bisa menyelam tanpa alat apapun? Kenapa? Denagn terbata-bata mendekatlah umair berteriak, “kenapa kamu bisa menyelam???” nada suaranya dengan radiasi tinggi. Suara pragmatis orang tadi ternyata bisa juga mendengar sambil berteriak juga, “Saya tenggelam!!!” bukan menyelam!!!”


Yah itulah sekaliber gambaran hidup ini, kita harus sadar akan hakekat kehidupan ini. Tak sekadar bermodal nekat doang. Hidup ini bukan ajang coba-coba karenanya hanya sekali. Butuh sebuah “way of life” belajar bagaimana hidup sesuai TitahNya. Baju renang, oksigen, kacamata dan cara berenang adalah satu paket harga yang tak ditawar lagi.


Hidup adalah samudra yang musti diarungi. Hanya orang-orang yang tahu cara berenang tidak tenggelam akan fitnah gelombang dunia.


Sedari hakekat hidup dengan tidak hanya memakai mata, tetapi juga telinga. Mata bisa saja dibohongi. Dari pada telinga mata hanya bisa melihat yang zhahir saja terbatas pada pemandangan jarak tertentu. Tapi telinga bisa mendengar meskipun tak terlihat oleh mata.


Itulah kadang kita temui orang buta tapi bisa mendengar lebih bijak dari orang bermata dan bertelinga sekalipun. Jangan terlalu mengandalkan mata, karena segala yang anda lihat mungkin bisa menipu. Apa yang kita lihat baik blum tentu juga baik disisi Allah,

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216)


Anda mungkin takjub melihat orang bermegah-megahan dengan dunianya. Mencari harta benda lalu hati membenarkan mata anda. “Ya betul aku juga ingin seperti itu”. Kemudian hati menyuruh otak anda bagaimana cara mendapatkannya dengan cara apapun. Mata mengira itulah kebahagiaan dunia. Ketahuilah apa yang dilihat mata belum tentu didenganr baik-baik oleh telinga. Telinga belum mendengar bagaimana permasalahan, kegelisahan dunia sebenarnya. Atau dalam kebaikan, anda terheran –heran ketika melihat seorang Ustadz bisa memberikan ceramah ditengah banyak orang.


Populer dengan kata hikmahnya. Anda kagum ingin seperti itu juga bisa terkenal. Punya banyak ilmu bisa menarik banyak perhatian. Anda juga ingin seperti mereka. Lalu mengambil jalan yang sama, bahkan tak sedikit mengambil langkah pintas tanpa melalui prosesnya. Mengira semua bisa instant. Sadarilah ulama tadi bisa memberi banyak hikmah pada khalayak ramai, tidak terjadi semudah yang kita bayangkan. Cobalah sesekali flasback apa yang telah mereka lakukan. Mungkin penuh darah luka perjuangan. Apa yang manis dimata anda belum tentu indah ditelinga.


Itulah juga Allah memerintahkan menundukkan pandangan, tidak hanya dari melihat wanita-wanita tapi juga melirik dunia segala isinya. Berhati-hatilah tundukkan pandangan anda pada fatamorgana dunia fana ini. Tapi gunakan juga telinga sesekali melihat apa dibalik semua itu. Bersabarlah dengan fitnah dunia.
readmore »»  

Ketika Uang Hanya Mampir







Oleh Kiptiah


“Bang, pinjam uang donk.” Rengek Fath pada abangnya, Fathir.


Abangnya yang memang saat itu sedang menghitung uang gajinya, seketika terkejut.


“Hah ? Pinjam uang ? Yang benar saja Fath. Kamu kan baru kemarin juga terima gaji. Masa hari ini mau pinjam uang.” Jawab Fathir dengan beragam tanya terlontar.


“Hehehe. Maaf bang, kemarin Fath khilaf. Pulang kerja langsung pergi ke Mall sama teman-teman. Makan-makan, nonton terus belanja. Tidak sadar ternyata uang gaji Fath tinggal separuh. Dan Fath belum membayar cicilan motor bulan ini.” Fath memberikan penjelasan dengan rasa bersalah.


“Hhmm… “ Fathir geleng-geleng kepala mendengar penuturan adiknya.


Selama ini, memang adik kembarannya adalah sosok yang gampang berbaur di tempat kerjanya. Tapi jeleknya, Fath tidak pernah bisa menolak ajakan kawan-kawannya untuk pergi kesana sini yang ia tahu membutuhkan uang banyak. Sedangkan kini, Fath baru dua bulan bekerja. “Tidak enak bang, menolak ajakan kawan” Begitu alasan Fath, tiap kali Fathir memberikan nasehat untuk mengurangi tindakan borosnya.


*****


Di tempat lain.


“Pak, yuk kita makan steak yang terkenal enak itu.” Ajak Pak Angga pada rekan kerjanya Pak Sapto.


“Sebentar ya saya mau ke dalam dulu.” Sahut Pak Sapto bergegas ke ruang kerja untuk mengambil sesuatu.


“Yuk, Pak Angga.” Sejurus kemudian Pak Sapto muncul di ikuti oleh Pak Angga yang sudah siap dengan kunci motor di tangannya.


Nahla yang melihat kejadian itu hanya bisa mengelus dada. Hari itu adalah hari gajian karyawan di perusahaan tempat Nahla bekerja. Belum satu jam Nahla membagikan uang gaji dan seperti biasa, hari gajian di ibaratkan seperti hari mendadak kaya sedunia. Ingin ini, ingin itu seolah semua ingin di beli. Yang Nahla tidak habis mengerti, uang yang tidak seberapa itu sangat tidak betah berada di tangan pemiliknya. Ada saja keinginan yang membuat uang itu lenyap seketika.


Menginjak minggu kedua atau ketiga, keluhan datang bergiliran memenuhi ruang kantor. Keluhan mengenai uang yang habis, padahal tanggal gajian masih jauh. Dan kemudian Nahla juga yang sering “di todong” untuk meminjamkan uang kas perusahaan.


*****

Mungkin cerita di atas bisa jadi refleksi saya pribadi atau kawan-kawan lainnya. Yang bekerja dan mengandalkan uang gajian guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada yang salah jika kita menggunakannya secara bijak, memposkan uang sesuai kebutuhan. Bukan seperti orang yang berpuasa lalu kalap melihat makanan banyak di depan mata tatkala azan maghrib berkumandang.


Masa kita sebagai pegawai masih ada sebulan kedepan untuk mendapatkan kembali hak kita berupa gaji. Bukan waktu sebentar ketika uang yang ada di kantong semakin menipis sedang kebutuhan untuk biaya sehari-hari tidak bisa di tunda. Akibatnya hutang menjadi pilihan.


Baiknya kita terlebih saya, tetap menjadi pribadi yang sedang-sedang saja. Bukan yang mendadak menjadi “kaya raya” pada saat gajian, kemudian beberapa hari saja mendadak menjadi “miskin” karena tidak ada uang. Sedang-sedang saja. Mengendalikan nafsu pada saat ada atau tidak adanya uang. Menggunakan uang secara bijak sesuai kebutuhan bukan keinginan. Karena bukan terlihat dari jumlah besar uang yang membuat seseorang pantas di berikan predikat “kaya” tetapi dari seseorang mampu bersikap sederhana, merasa cukup dan bersyukur. Hidup sederhana tanpa hutang jauh lebih menenangkan di banding memiliki segalanya tetapi hutang di mana-mana. Karena lebih baik menabung untuk kebutuhan yang terduga atau untuk kehidupan di masa depan (akhirat) di banding menabung di pusat perbelanjaan, rumah makan dan lainnya. Sesekali mungkin tidak apa tapi bukan menjadi suatu rutinitas yang dapat menghabiskan uang secara sia-sia.


Allahua’lam.


readmore »»  

ÐɪΛ þɪŁɪнΛЛ ҚЦ..


ÐɪΛ þɪŁɪнΛЛ ҚЦ..
---♥-♥-♥-♥-♥-♥---

Ya Alloh,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......

Ya Alloh,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Alloh,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Alloh,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Aamiin Yaa Robbal'Alamiinn..
---♥---
readmore »»  

Profile TKA TPA Al Banna

TKA-TPA AL BANNA
Jl. Lapangan No. 106 RT 02 RW 01 Kel. Kranji Kec. Bekasi Barat
Kota Bekasi Telp. 0838 7140 5056
No. Unit 134 T.02 BKPRMI KOTA BEKASI

Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai suri tauladan yang telah memberikan tuntunan menuju cahaya Islam bagi umatnya.
Pendidikan merupakan aspek yang penting dalam kehidupan karena dengan ilmu pengetahuan manusia akan mendapatkan kemajuan dalam menciptakan peradaban.Untuk menuju tujuan mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak sekali pengorbanan yang harus kita capai diantaranya materi dan imateri yang memadai dari semua pihak. Oleh karena itu Kami bermaksud mengajukan proposal bantuan dana dalam rangka mencetak generasi Islam sejak dini. Semoga permohonan Kami bisa jadi bahan pertimbangan.
Atas perhatian dan bantuannya Kami ucapkan terima kasih.


Hormat Kami,
Kepala TKA-TPA


Anida Fitriati

readmore »»  

Staff Pengajar

Tenaga Pengajar atau pendidik merupakan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan serta bertanggung jawab dalam mendidik dan mengarahkan sesuai dengan perkembangan anak.
1. Anida Fitriati (Kepala Sekolah)
2. Retno Wulandari (Bendahara)
3. Zaenul Akbar (Pengembangan)
4. Rosma (Guru Al Quran)
5. Mega (Guru Al Quran)
6. Nano Arjun (Guru Bantu Al Quran)
7. Wiwin (Guru Bantu Al Quran)
readmore »»  

Pengelolaan Kelas dan Waktu Belajar

1. Pendidikan di TKA-TPA-TQA Mathla’ul Anwar terbagi dalam 4 kelompok yaitu :
a. Kelompok TKA-1 Usia Balita 4-5 tahun dan Usia SD 6 tahun terdiri dari 2 kelas yaitu :
- TKA-1 A terdiri dari 20 santri dan dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas
- Kelompok TKA- 1B berusia 7 tahun terdiri dari 30 santri yaitu dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas
b. Kelompok TKA-2 berusia 8-9 tahun terdiri dari 2 kelas yaitu :
- TKA-2 A terdiri dari 11 santri dan dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas
- TKA-2 B terdiri dari 9 santri dan dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas
c. Kelompok TPA berusia 9- 11 tahun terdiri dari 2 kelas yaitu
- TPA-1 terdiri dari 10 santri dan dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas dan Guru bidang studi tambahan
- TPA-2 A terdiri dari 16 santri dan dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas dan Guru bidang studi tambahan
d. Kelompok TQA berusia 11-15 tahun terdiri dari 1 kelas yaitu
- TQA terdiri dari 3 santri dan dibimbing oleh satu orang wali kelas / Guru kelas dan Guru bidang studi tambahan

Waktu Belajar

Belajar efektif setiap hari Senin – Jum’at serta kegiatan belajar mengajar dimulai pada pukul 14.00 - 17.00 Wib
Dalam satu tahun ajaran diadakan 2 kali ujian yaitu UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester) , Pembagian Rapot tiap semester dan kegiatan Manasik Haji Santri
readmore »»  

Kurikulum

Kurikulum yang digunakan merupakan panduan antara kurikulum BKPRMI Kota Cimahi dan muatan lokal kurikulum TKA-TPA Al Banna oleh karenanya muatan-muatan pengajarannya lebih menekankan aspek keagamaan (Islam) dengan bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Hakikat pendidikan di TKA-TPA Al Banna adalah upaya membantu mengembangkan potensi anak didik secara optimal kearah pembentukan sikap(akhlak), pengetahuan dan keterampilan/kreativitas yang disesuaikan dengan lingkungan dan perkembangan anak pada usia tertentu.
Di TKA-TPA Al Banna dilaksanakan melalui paket pengajaran pendidikan yang meliputi :

Paket Pengajaran TKA
1. Membaca Iqro
2. Hafalan Bacaan Shalat
3. Hafalan Do’a-do’a harian
4. Hafalan Surat-surat Pendek
5. Aqidah
6. Akhlak
7. Latihan Menulis huruf dan angka arab
8. Kreativitas/ keterampilan
9. Bermain, Bernyanyi dan Bercerita (B3)
10. Manasik Haji

Paket Pengajaran TPA
1. Membaca Iqro dan Al-Qur’an
2. Hafalan Bacaan Shalat
3. Hafalan Do’a-do’a harian
4. Hafalan Surat-surat Pendek
5. Aqidah
6. Akhlak
7. Latihan Menulis huruf Arab / Khot
8. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris (English for Children)
9. Tajwid
10. Kreativitas (Qasidah) / Keterampilan
11. Manasik Haji

Paket Pengajaran TQA
1. Membaca Al-Qur’an
2. Hafalan Bacaan Shalat
3. Hafalan Do’a-do’a harian
4. Hafalan Surat-surat Pendek
5. Aqidah
6. Akhlak
7. Latihan Menulis huruf Arab / Khot
8. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris (English for Children)
9. Tajwid
10. Kreativitas (Qasidah) / Keterampilan
11. Manasik Haji
12. Tarikh
13. Hafalan Ayat Pilihan
14. Hafalan Hadits
readmore »»  

Dasar Pemikiran

Q.S At-Tahrim : 6
“ Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”

Sabda Rasulullah :
“ Didiklah anak-anakmu dengan 3 perkara : Mencintai Nabimu, mencintai keluarga Nabi dan membaca Al-Qur’an” (HR. Ath-Thabrani)”
“Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.( HR. Bukhari)

Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI No.128 tahun 1982/44A tentang Usaha peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi Umat Islam dalam rangka peningkatan, penghayatan dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
readmore »»  

Muqoddimah

Alhamdulillahi rabbilalamin, Asyhadualla illahaa ilallah wa asyhaduanna muhammadan abduhu warusuluh. Allahumma sholi wasallim ala muhammadin wa ala alihi washohbihi ajmain. Amaa ba’du.
Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala pemilik alam yang tiada henti-hentinya mengurus serta mengatur seluruh jagat raya ini beserta isinya. Alhamdulillah atas rahmat dan karunia-Nya, TKA-TPA AL BANNA selama 4 tahun berdiri, Kami berusaha untuk mengeksiskan, berkarya dan berprestasi terutama dibidang pendidikan untuk mewujudkan dan menghantarkan generasi Islam yang berakhlakul karimah.
Dalam suatu pendidikan dibutuhkan sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar yang memadai karena itu harus ditangani oleh semua pihak dalam mencapai tujuan.
readmore »»  

Ahlan Wa Sahlan


TKA-TPA AL BANNA
Jl. Lapangan No. 106 RT 02 RW 01 Kel. Kranji Kec. Bekasi Barat
Kota Bekasi Telp. 0838 7140 5056
No. Unit 134 T.02 BKPRMI KOTA BEKASI

Segala puji hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai suri tauladan yang telah memberikan tuntunan menuju cahaya Islam bagi umatnya.
Pendidikan merupakan aspek yang penting dalam kehidupan karena dengan ilmu pengetahuan manusia akan mendapatkan kemajuan dalam menciptakan peradaban.Untuk menuju tujuan mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, banyak sekali pengorbanan yang harus kita capai diantaranya materi dan imateri yang memadai dari semua pihak. Oleh karena itu Kami bermaksud mengajukan proposal bantuan dana dalam rangka mencetak generasi Islam sejak dini. Semoga permohonan Kami bisa jadi bahan pertimbangan.
Atas perhatian dan bantuannya Kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
Kepala TKA-TPA

Anida Fitriati
readmore »»  

Kalkulator Zakat


readmore »»