. TKA TPA AL BANNA [ انسان مسلم ]: April 2012
Have an account?

Jumat, 13 April 2012

Kerinduan




Teruntuk bidadari dengan alis dari garis cahaya..
aku telah banyak membaca mengenai surga dan kenikmatan didalamnya yang kekal dan abadi.
Sungguh saat ini aku sedang membidik perasaanku ke arah kenikmatan surga.

Aku begitu tertegun kala mengetahui sifat-sifatmu yang Allah kabarkan dalam Al-qur’an maupun hadist-hadist beserta penjelasan shohih dari para ulama salaf.

Kukabarkan padamu dengan penuh harapan bahwa aku sungguh merindukanmu.
Tentulah percikan tulisan melalui penaku ini belum dan tak akan mampu menumpahkan segala kerinduan yang ada.


Aku berharap kelak kita akan bertemu pandang kala berjumpa di mata air salsabil.
Akan kuajak engkau menyusuri sungai bariqh (sungai para syuhada) yang dekat dengan pintu surga. Engkau pasti tau bahwa riak airnya begitu menggoda hati untuk meneguknya..

Ingin kuajak engkau bercanda sambil bermain di pelataran taman2 surga sembari mendengarkan merdunya nyanyian burung-burung yang bersimponi ala mereka. Mereka merumput dibawah Arsy Allah dan minum dari mata air tasnim yang sangat murni dan merupakan minuman terbaik bagi penduduk surga.

Sungguh pemandangan yang menakjubkan, bukan??
Bagaimana tidak, taman tempat kita bermain begitu mengagumkan pandangan dan menyejukkan jiwa. Tanahnya adalah kesturi dan za’faran yang begitu lembut bagai tepung terigu yang amat halus saat disentuh.

Namun saat ini kita ditakdirkan belum berjumpa. Aku tak akan sedih dan gundah. Aku kan selalu tersenyum dengan senyum yang memekarkan sungging penuh rindu. Aku hanya bisa mengobati rinduku dengan menuntut ilmu syar’i agar mampu merentas jalan menuju negerimu, yaitu jalan istiqomah yang telah didahului para salaf..

Semoga Allah menganugerahkanku syahid dalam keadaan menuntut ilmu.. tunggu aku dalam tenda mutiara jingga di dekat mata air salsabila.
Salam rindu dari pangeran yang kau tunggu.....

[http://mencintaisederhana.blogspot.com/2012/01/sepucuk-surat-rindu-teruntuk-bidadari.html#more]
readmore »»  

Rabu, 11 April 2012

Daftar isi Albanna Corp

readmore »»  

Selasa, 10 April 2012

Lagi-Lagi Cinta











Oleh Kiptiah


Seorang kawan meminta saya untuk membuat tulisan dengan tema “menjaga hati”. Meskipun menjaga hati cakupannya banyak, tapi bisa saya simpulkan adalah permasalahan hati mengenai cinta.


Lagi, berbicara mengenai cinta dan hati adalah dua hal yang saling bertautan. Tidak bisa dipisah. Karena jika bermain dengan hati, maka akan timbul sebuah efek yaitu cinta. Terlepas dari jenis cinta yang baik atau tidak. Maka hati memang harus selalu dijaga.


Jika tubuh memerlukan berbagai jenis asupan gizi guna mempertahankan kestabilan pencernaan, maka hatipun memerlukan asupan untuk menghindarkannya dari sesuatu yang kurang baik. Asupannya adalah zikrullah.


Hati memang sangat rentan bila tidak dijaga. Bahkan meskipun sudah telaten menjaganya, kadang masih suka tergelincir. Tapi bedanya, tergelincirnya hati yang sudah ternutrisi tidak akan tergelincir sangat jauh. Pemiliknya akan menyadari kekeliruannya dan merasakan ketidaknyamanan.


Berbicara mengenai cinta, pasti juga berbicara mengenai hubungan lawan jenis. Tidak bisa di tampik, jika seseorang menyukai lawan jenis. Entah dari segi fisik, inner beauty atau dari hati. Seberapapun ia tergolong seseorang yang shalih. Kecenderungan terhadap lawan jenis adala hal yang normal.


Kadangkala hati bisa melesat menjauh tanpa bisa dikendalikan oleh pemiliknya. Ia bisa menyukai lawan jenisnya, meskipun kadang ia tidak ingin menyukainya. Padahal sebenarnya, bukan hati yang benar-benar melesat. Tapi ada sesuatu yang menyebabkan hati itu melesat seolah tidak mampu tergenggam.


Contohnya, jika perempuan dan laki-laki memiliki intensitas pertemuan yang tinggi. Entah karena masalah pekerjaan, organisasi, pertemanan atau lainnya. Bisa dipastikan sedikit banyak akan menimbulkan suatu perasaan khusus. Jika bukan dari pihak perempuan, maka bisa jadi dari pihak laki-laki. Seperti pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino. Cinta datang karena seringnya bertemu.


Kita tidak bisa menyalahkan keadaan, kita juga tidak bisa menyalahkan hati jika tiba-tiba tertambat pada seseorang. Karena itu adalah fitrah. Karena kita adalah manusia biasa yang memang dilahirkan cenderung untuk mencintai dan dicintai.


Jika suatu keadaan bisa sangat diminimalisir, misalnya jika kita bisa berusaha untuk mengurangi intensitas dengan lawan jenis, itu bisa menjadi salah satu solusi. Minimal menghindari adanya persentuhan hati.


Persentuhan hati yang telah terlanjur melekat akan sangat sulit untuk terlepas. Jika pun terlepas, seperti sebuah keramik yang retak dan berusaha untuk disatukan kembali, maka tetap akan tampak bekas retakannya.


Tapi jika terlibat pada situasi yang mengharuskan kita rutin bertemu dengan lawan jenis dan kemudian muncul benih-benih cinta yang sebenarnya kita sendiri tidak menginginkan hal tersebut hadir. Jangan panik, itu lumrah. Jangan berusaha menghilangkan, kata kawan saya. Semakin kita berusaha menghilangkan maka akan semakin sulit. Cinta itu berasal dari Allah, cinta itu karunia dari Allah. Maka kembalikan saja cinta itu kepada Allah, jika kita merasa kita tidak pantas memiliki rasa cinta itu (baca:bukan pada pasangan). Bukan suatu hal yang mudah, tapi kawan saja mengajarkan untuk menikmati saja rasa itu. Biarkan waktu yang akan menghapusnya. Dan selalu berpegang kepada Allah mengenai segala rasa cinta. Agar cinta kita tidak tergelincir.


Berusaha menghindari memanjakan rasa cinta yang tiba-tiba hadir kecuali kepada yang berhak. Bagaimana pun manajemen cinta bergantung kepada masing-masing orang. Tapi tingginya ilmu tidak menjamin cinta itu tidak bisa hadir dalam hatinya, karena cinta itu fitrah.


InsyaAllah, hanya dengan berpegang teguh kepada Allah, sabar atas segala kehendakNya dan mencoba memikirkan baik buruknya cinta “terlarang”, Allah akan selalu menjaga kita. Menjaga cinta kita untuk yang berhak. Hanya Allah, sutradara terbaik dimuka bumi. Segala skenarionya adalah yang terindah meskipun harus mengais makna dalam kesedihan. Setiap manusia ditakdirkan memiliki cinta. Hanya Allah sebaik-baik pemberi cinta. Hanya Allah sebaik-baik landasan untuk mencintai.


Allahua’lam.


www.rainkelana.blogspot.com
readmore »»